Biografi Pangeran Antasari ”Pahlawan Dari Kota Banjar”


Pangeran Antasari Tokoh Nasional

    Profil Pangeran Antasari    

Nama : Pangeran Antasari
Lahir : 1797, Banjar, Kalimantan Selatan
Meninggal : 11 Oktober 1862 Bayan Begok, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, (umur 53)
Makam : Taman Makam Perang Banjar, Banjarmasin
Ayah : Pangeran Masud bin Pangeran Amir
Ibu : Gusti Khadijah binti Sultan Sulaiman


    Biografi Pangeran Antasari    

Pangeran antasari merupakan salah satu pahlawan nasional yang lahir pada tahun 1797 di daerah kabupaten banjar, Kalimantan selatan. Beliau merupakan salah satu pahlawan nasional yang menghabiskan hidupnya untuk mengusir Belanda dari Indonesia terutama di daerah banjar. Beliau sangat khawatir melihat kekrisuhan yang terjadi di kerajaan banjar yang semakin dikuasai oleh Belanda. Beliau diutus untuk melihat gerakan rakyat dan menghadapi berbagai hal untuk mulai mengusir Belanda dari tanah banjar. Berikut beberapa kisah tentang biografi pangeran antasari yang bisa kita teladani. 
Pada tanggal 14 maret tahun 1862, pangeran antasari diberi sebuah gelar oleh pemimpin kesultanan banjar pada waktu itu dengan gelar panembahan amirudin khalifatul mukminin. Nama awal beliau bukanlah pangeran antasari tetapi gusti inu kartapati. Orang tua dari pangeran antasari adalah pangeran mas'ud dan ibunya adalah Gusti hadijah. Pangeran antasari memiliki saudara perempuan yang bernama ratu antasari. Adiknya menikah dengan seorang sultan yang bernama sultan muda abdurahman. Tetapi suami adiknya meninggal terlebih dahulu sebelum mereka mempunyai keturunan. Dalam biografi pangeran antasari, beliau tidak hanya dianggap sebagai kepala suku di banjar. Tetapi diberbagai tempat lainnya di Kalimantan.
Pada saat itu kepemimpinan banjar di pimpin oleh sultan hidayatullah, tetapi kemudian sultan hidayatullah diasingkan di cianjur oleh Belanda. Perjuangan selanjutnya diteruskan oleh pangeran antasari. Pada saat itulah gelar panembahan amirudin khalifatul dicanangkan kepada pangeran antasari yang berarti seorang pemimpin pemerintah, seorang panglima perang dan juga pemuka agama. Dengan gelar tersebut, pangeran antasari menjadi terus berjuang untuk mengusir Belanda dari banjar. Jika membaca buku biografi pangeran antasari, anda dapat mengetahui cerita ini lebih detail.
Pada tanggal 25 april tahun 1859 pangeran antasari dan pasukannya menyerang tambang batu bara milik pemerintahan Belanda. Setelah kejadian tersebut semakin banyak perpecahan peperangan yang terjadi di kota banjar untuk melawan Belanda. Banyak sekali pos-pos Belanda yang diserang oleh pangeran antasari dan pasukannya seperti di daerah martapura, tanah laut, tabalong dan masih banyak lainnya. ada banyak sekali perang yang diceritakan dalam biografi pengeran antasari. Hal ini semakin membuat Belanda memperbanyak pasukannya dan akhirnya pasukan pangeran antasari mengubah benteng pertahanannya didaerah muara teweh.
Sudah berkali-kali pemerintahan Belanda menyuruh pangeran antasari untuk menyerah. Tetapi beliau tidak pernah mau dan tetap ingin melawan Belanda. Pada tanggal 11 oktober tahun 1862 pangeran antasari meninggal dunia di tanah kampung bayan, bengkok karena sakit paru-paru dan cacar yang dideritanya. Setelah terkubur hampir 91 tahun didaerah hulu sungai, akhirnya makam pangeran antasari dipindahkan di daerah pemakaman pahlawan perang banjar, Banjarmasin. Itulah beberapa cerita tentang biografi pangeran antasari yang tidak pernah menyerah untuk mengusir Belanda.

    Penghargaan Pangeran Antasari    

  • Gelar Pahlawan Nasional SK No. 06/TK/1968 di Jakarta, tertanggal 27 Maret 1968
  • Sumber : biografipahlawan.com

Biografi Adam Malik ”Pelopor Terbentuknya Negara Asean”


    Profil Adam Malik    

Nama : Adam Malik
Lahir : 22 Juli 1917, Kota Pematangsiantar, Indonesia
Meninggal : Bandung, Jawa Barat, 5 September 1984
Makam : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Zodiac : Cancer
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam



    Biografi Adam Malik    

Untuk mencapai kemerdekaan Indonesia ada banyak sekali jasa-jasa para pahlawan yang menjadikan Indonesia merdeka. Salah satunya adalah adam malik. Adam malik merupakan seorang pejuang kemerdekaan bersama  Bung Karno,Bung Hatta  dan lain sebagainya yang merumuskan teks proklamasi. Adam malik lahir pada tanggal 22 juli tahun 1971 di daerah pematang siantar, sumatera utara. Beliau dikenal sebagai si kancil karena kelincahannya dalam berbagai hal. Orang tua beliau adalah haji abdul malik batubara dan ibunya salamah lubis. Berikut cerita tentang biografi adam malik lebih lanjutnya. 
Beliau pernah ditahan oleh polisi dinas di sipirok pada tahun 1934. Beliau dipenjara selama 2 bulan kurungan penjara. Hal itu dikarenakan larangan mendirikan perkumpulan, pada saat itu membentuk sebuah perkumpulan sangatlah di larang. Pada saat beliau berumur 17 tahun, adam malik sudah menjadi ketua partindo di pematang siantar. Beliau berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu beliau akhirnya hijrah ke Jakarta untuk berjuang dengan pejuang lainnya demi kemerdekaan Indonesia. Dalam beberapa buku biografi adam malik, diceritakan tentang perjalanan hidup adam malik untuk membantu kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1937 beliau bersama sipahutar, abdul hakim, soemanang, armin pane dan pandu kartawiguna mendirikan kantor berita antara. Dengan didirikannya kantor berita antara mereka memberikan banyak sekali tulisan tentang perlawanan terhadap pemerintahan saat itu. Banyak sekali artikel yang sudah dimuat antara lain pada surat kabar majalah perindo dan juga pelita andalas. Pada saat pemerintahan colonial Belanda, adam malik banyak melakukan gerilya bersama gerakan pemuda lainnya. sebelum dikumandangkannya kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945. Jika melihat biografi adam malik, kita akan tahun gerakan apa saja yang beliau lakukan.
Beliau juga menggerakkan seluruh rakyat Indonesia untuk berkumpul di lapangan Ikada, Jakarta. Beliau juga terpilih sebagai wakil dari kelompok muda untuk menjadi ketua komite III nasional Indonesia pusat dan bertugas untuk menyusun pemerintahan. Selain itu beliau juga pernah mendirikan partai murba dan juga partai rakyat. Adam malik juga pernah menjabat sebagai duta besar luar biasa dan bertempat tinggal di polandia dan uni soviet. Pada masa partai komunis Indonesia, adam malik dan roeslan abdulgani dianggap sebagai musuh PKI. Ini juga diceritakan diberbagai versi biografi adam malik.
Pada masa order baru, adam malik berperan sebagai fasilitator dalam perundingan dengan berbagai Negara. Beliau juga mempelopori terbentuknya ASEAN bersama dengan menteri luar negeri seluruh Negara di daerah asia. Asean terbentuk pada tahun 1967. Adam malik juga pernah menjadi wakil presiden republik Indonesia ketiga mengantikan sri sultan hamengkubuono ke IX. Bapak Haji Adam Malik meninggal di kota bandung pada tanggal 5 september tahun 1984. Karena penyakit kanker liver.

    Pendidikan Adam Malik    

  • Hollandsch-Inlandsche School  Pematangsiantar
  • Sekolah Agama Parabek di Bukittinggi

    Karir Adam Malik    

  • Wakil Presiden Republik Indonesia
  • Ketua DPR/MPR
  • Menteri Luar Negeri Indonesia
  • Duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Uni Soviet dan Polandia
  • Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin

    Penghargaan Adam Malik    

  • Bintang Mahaputera kl. IV pada tahun 1971
  • Bintang Adhi Perdana kl.II pada tahun 1973
  • Pahlawan Nasional pada tahun 1998
  • Sumber : biografipahlawan.com

Biografi Sutan Syahrir"Perdana Menteri Pertama Indonesia"


Biografi Sutan Syahrir "Perdana Menteri Pertama Indonesia"

    Profil Sutan Syahrir    

Nama : Sutan Syahrir
Tanggal Lahir: 5 Maret 1909
Tempat Lahir : Padang Panjang, Sumatera Barat, Hindia Belanda
Meninggal: 7 November 1966, Zürich, Swiss
Makam : TMP Kalibata, Jakarta
Warga Negara : Indonesia
Anak: Kriya Arsyah Sjahrir, Siti Rabyah Parvati Sjahrir
Istri : Maria Duchateau & Siti Wahyunah
Agama : Islam

    Biografi Sutan Syahrir    

Sutan syahrir tentu saja sebuah nama yang tak asing di telinga rakyat Indonesia. Sutan Syahrir ini sempat mencapai karier tertingginya pada saat mencapai perdana menteri pertama Indonesia. Untuk lebih lengkapnya mengenai sang perdana Menteri pertama ini, anda bisa menyimak mengenai biografi Sutan Syahrir yang telah membantu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari kekuatan penjajahan jepang pada waktu itu. 
Salah satu penulis biografi Sutan Syahrir adalah Rosihan Anwar dengan judul biografi tokoh Nasional Kemerdekaan ini yaitu Sutan Sjahrir: Negarawan Humanis, Demokrat Sejati yang Mendahului Zamannya. Sutan Syahrir ini dilahirkan di Padang Panjang Sumatera Barat, 5 Maret 1909. Kedua orang tuanya bernama Mohammad rasad Gelar Maharaja Soetan bin Soetan leman gelar Soetan palindih dan ibunya bernama Putri Siti Rabiah. Riwayat pendidikannya di mulai di sekolah dasar ELS dan SMP di MULO Medan yang merupakan sekolah terbaik di Medan. Selanjutnya Sutan Syahrir melanjutkan pendidikannya pada sekolah menengah atas di AMS di Bandung. Sekolahan tersebut merupakan sekolahan termahal yang ada di Hindia Belanda saat itu. Setelah menamatkan sekolah menengah atasnya Sutan Syahrir melanjutkan pendidikannya di Belanda, di Universitas Amsterdam di fakultas Hukum. 
Berdasarkan biografi Sutan Syahrir yang ditulis Rosihan Anwar, saat masih mengenyam pendidikan, Syutan syahrir sudah mulai tertarik dengan dunia politik. Cerita hidup Sutan syahrir ini juga mengisahkan dirinya yang sudah mulai menjadi penggagas terbentuknya organisasi Jong Indonesie. Tidak hanya itu Sutan Syahrir juga menjadi penggerak tercetusnya Sumpah Pemuda. Pada tahun 1930 Sutan syahrir juga bergabung dengan organisasi Perhimpunan Indonesia (PI). Selanjutnya Sutan Syahrir juga bergabung dengan PNI baru yang sebelumnya sempat dibubarkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Selanjutnya PNI dianggap semakin Radikal sehingga Sutan Syahrir dan Moh Hatta di asingkan di Boven Digoel selama setahun dan selanjutnya dipindahkan ke banda Neira untuk masa pembuangan 6 tahun.
Semangat perjuangan menentang penjajah tidak hanya saat pemerintahan belanda, dalam Biografi Sutan Syahrir, ia masih tetap berjuang pada saat penjajahan Jepang. PNI yang semakin berkembang ia jadikan roda pergerakan kekuatan bawah tanah. Hingga akhirnya Sutan Syahrir beserta pemuda-pemuda Indonesia mendesak Soekarno Hatta untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Biografi Sutan Syahrir masih berlanjut. Pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Sutan Syahrir juga berperan dalam mempertahankan kemerdekaan. Yaitu dengan membentuk cabinet Syahrir I hingga Kabinet Syahrir ke III, dan mempertahankan Indonesia melalui jalur diplomasi. 
Setelah tidak memimpin kabinet, Sutan Syahrir menjadi Duta besar keliling dan penasihat Presiden Soekarno. Bersamaan itu pula biografi Sutan Syahrir menambah cerita mengenai Partai Sosialis Indonesia PSI yang merupakan partai bentukan Sutan Syahrir. Karena bergerak dalam arah komunis dan Sutan Syahrir terkait dengan kasus PRRI, Presiden membubarkan PSI pada Tahun 1960. Selama 3 tahun Sutan Syahrir dipenjara kemudian tanpa diadili sehingga menderita sakit. Atas izin yang didapat, ia boleh berobat di Swiss dan akhirnya meninggal di Swiss. Sutan Syahrir meninggal pada tanggal 9 April 1966 dan dikebumikan di TMP Kalibata dan mengakhiri kisah hidup Sutan Syahrir. 

    Karya Sutan Syahrir    

  • Pikiran dan Perjuangan, tahun 1950 (kumpulan karangan dari Majalah ”Daulat Rakyat” dan majalah-majalah lain, tahun 1931 – 1940)
  • Pergerakan Sekerja, tahun 1933
  • Perjuangan Kita, tahun 1945
  • Indonesische Overpeinzingen, tahun 1946 (kumpulan surat-surat dan karangan-karangan dari penjara Cipinang dan tempat pembuangan di Digul dan Banda-Neira, dari tahun 1934 sampau 1938).
  • Renungan Indonesia, tahun 1951 (diterjemahkan dari Bahasa Belanda: Indonesische Overpeinzingen oleh HB Yassin)
  • Out of Exile, tahun 1949 (terjemahan dari ”Indonesische Overpeinzingen” oleh Charles Wolf Jr. dengan dibubuhi bagian ke-2 karangan Sutan Sjahrir)
  • Renungan dan Perjuangan, tahun 1990 (terjemahan HB Yassin dari Indonesische Overpeinzingen dan Bagian II Out of Exile)
  • Sosialisme dan Marxisme, tahun 1967 (kumpulan karangan dari majalah “Suara Sosialis” tahun 1952 – 1953)
  • Nasionalisme dan Internasionalisme, tahun 1953 (pidato yang diucapkan pada Asian Socialist Conference di Rangoon, tahun 1953)
  • Karangan–karangan dalam "Sikap", "Suara Sosialis" dan majalah–majalah lain
  • Sosialisme Indonesia Pembangunan, tahun 1983 (kumpulan tulisan Sutan Sjahrir diterbitkan oleh Leppenas)

    Karir Sutan Syahrir    

  • Perdana Menteri pertama Republik Indonesia
  • Ketua Partai Sosialis Indonesia (PSI)
  • Ketua delegasi Republik Indonesia pada Perundingan Linggarjati
  • Duta Besar Keliling (Ambassador-at-Large) Republik Indonesia

    Penghargaan Sutan Syahrir    

  • Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Keppres nomor 76 tahun 1966
  • Sumber : biografipahlawan.com

Biografi Tuanku Imam Bonjol ”Seorang Guru Agama Dari Tanah Bonjol”


Tuanku Imam Bonjol Pahlawan Nasional

    Profil Tuanku Imam Bonjol    

Nama : Tuanku Imam Bonjol
Lahir : 1772, Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia
Meninggal : 6 November 1864, Kota Manado, Indonesia
Makam : Desa Lotta Kec. Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara
Warga Negara : Indonesia
Ayah / Ibu : Bayanuddin / Hamatun
Agama : Islam





    Biografi Tuanku Imam Bonjol    

Ada banyak sekali pahlawan Indonesia yang harus kita kenang sejarahnya dan selalu kita banggakan. Bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Salah satu pahlawan yang sangat berjasa untuk Indonesia adalah Tuanku Imam Bonjol. Nama asli dari tuanku imam bonjol adalah Muhammad sahib atau Petto syarif. Ayah beliau merupakan seorang guru agama yang bernama Buya nurdin. Ilmu agama yang beliau dapat juga dari ayahannya. Tuanku imam bonjol merupakan seorang guru agama di daerah bonjol. Oleh karena itu namanya berubah menjadi tuanku imam bonjol. Biografi tuanku imam bonjol, akan lebih dijelaskan lebih jauh lagi diartikel dibawah ini.
Pada tahun 1821 terjadi perang padrie yang di pimpin oleh tuanku imam bonjol. Perang ini merupakan perang antara kaum padre yang ingin belajar agama dengan baik dan benar melawan kaum adat yang dimotori oleh pemerintahan Belanda. Dengan perlawanan yang keras dari kaum padre membuat seluruh pasukan Belanda menjadi menyerah. Pada tahun 1824 pemerintahan Belanda mengadakan perjanjian damai yang lebih dikenal dengan perjanjian masang. Tetapi tidak membutuhkan waktu yang lama, perjanjian damai tersebut juga dilanggar sendiri oleh pemerintahan Belanda. Cerita tentang pernah padrie dan perjanjian masang banyak diceritakan di berbagai buku biografi Tuanku imam bonjol.

Pada saat Belanda melanggar perjanjian tersebut, rakyat padrie dan juga dari kaum adat akhirnya sadar kalau semua hal tersebut hanya akan merugikan rakyat Sumatra barat dan membuat Belanda dapat masuk ke daerah minangkabau. Akhirnya warga padrie dan kaum adat juga melakukan perjanjian damai sendiri yang ditulis di plakat tabek patah. Pada tahun 1833 akhirnya seluruh rakyat miangkabau sumatera barat bersatu untuk mengusir Belanda dari tanah mereka. Akhirnya Belanda selama 3 tahun menyerah dna tidak dapat menguasai daerah bonjol yang merupakan daerah incaran mereka. Jika membaca buku biografi tuanku imam bonjol, anda akan tahu bagaimana perjuangan tuanku imam bonjol melawan penjajah Belanda.

Selanjutnya Belanda mengeluarkan pasukan lebih banyak yang lebih dikenal dengan pasukan sepoys. Hampir 6000 pasukan Belanda mengepung seluruh daerah di bonjol. Akhirnya daerah bonjol baru dapat direbut oleh Belanda pada 16 agustus tahun 1837. Tunaku imam bonjol dibuang oleh Belanda ke daerah cianjur, kemudian pindah ke ambon dan akhirnya beliau pindah ke lontan daerah manado. Beliau wafat pada tanggal 6 november tahun 1864 di pembuangan terakhirnya yaitu di manado. Melihat semua perjuangan beliau di buku biografi tuanku imam bonjol, memang sangat besar rasa cinta beliau terhadap Indonesia.

Rasa juang dan patriotisme yang sangat tinggi harus selalu kita junjung dari beliau. Beliau adalah seorang pemimpin yang sangat baik, selain itu beliaulah yang mengajarkan tentang agama islam di seluruh tanah minangkabau. Beliau tidak hanya mementingkan kehidupannya sendiri. beliau juga memperjuangkan semua kepentingan rakyat dan benar-benar berjuang untuk mengusir Belanda dari sumatera barat. Itulah sedikit cerita tentang biografi tuanku imam bonjol. Semoga dapat dijadikan inspirasi.

    Penghargaan Tuanku Imam Bonjol    

  • Pahlawan Nasional Indonesia SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973
  • Sumber : biografipahlawan.com

Biografi Ki Hajar Dewantara “Bapak Pendidikan Indonesia”


Ki Hajar Dewantara Pahlawan Nasional

    Profil Ki Hadjar Dewantara    

Nama : Ki Hadjar Dewantara
Lahir : 2 Mei 1889, Kota Yogyakarta, Indonesia
Meninggal : 28 April 1959, Kota Yogyakarta, Indonesia
Makam : Taman Wijaya Brata
Pendidikan : School tot Opleiding van Indische Artsen
Warga Negara : Indonesia
Zodiac : Taurus
Agama : Islam

    Biografi Ki Hadjar Dewantara    

Ki Hajar Dewantara lebih dikenal sebagai Bapak pendidikan Indonesia. Nama asli ki hajar dewantara adalah Raden Mas suwardi suryaningrat. Beliau merupakan keturunan dari keraton Yogyakarta. Pada umur 40 tahun, beliau merubah namanya menjadi Ki Hajar Dewantara. Beliau tidak memakai gelar nama kebangsaannya lagi dikarenakan beliau ingin lebih dekat dengan layar secara fisik maupun hatinya. Biografi Ki hajar dewantara memang penuh pengabdian kepada Indonesia. Sudah banyak sekali hal bermanfaat yang dilakukan oleh beliau. 
Ki hajar dewantara bersekolah di ELS yang dulu merupakan sekolah dasar Belanda. Selanjutnya beliau juga melanjutkan sekolah di STOVIA yang merupakan sekolah dokter untuk bumiputera. Tetapi selama sekolah di Stovia beliau tidak sampai tamat dikarenakan sakit. Hal ini juga banyak diceritakan disemua buku biografi Ki Hajar Dewantoro. Beliau juga pernah bekerja menjadi wartawan diberbagai media cetak terkenal pada masa itu. Seperti mideen java, sedyotomo, De ekpress, kaoem moeda, poesara, oetoesan hindia, dan tjahaja timoer. Tulisan beliau diberbagai media tersebut sangat komunikatif dan juga kritis, sehingga dapat meningkatkan semangat rakyat pada masa itu.
Ketika membahas tentang biografi Ki hajar dewantara memang tidak pernah ada habisnya. Ada banyak sekali hal yang harus kita banggakan untuk beliau. Pada tahun 1908 beliau aktif sebagai pengurus di organisasi boedi oetomo. Selanjutnya beliau juga membuat organisasi sendiri bersama Douwes Dekker atau lebih dikenal dengan Dr. Danudirdja Setya Budhi dan Dr Cipto Mangoekoesoemo mendirikan sebuah organisasi yang bernama Indische Partij pada tanggal 25 desember tahun 1912. Organisasi ini merupakan partai politik pertama di Indonesia yang beraliran nasionalisme untuk mencapai Indonesia merdeka. Ketika ingin mendaftarkan partai ini, mereka di tolak oleh Belanda, karena dianggap menumbuhkan nasionalisme pada rakyat.
Dengan ditolaknya partai tersebut, mereka akhirnya komite boemi poetra yang digunakan untuk membuat kritik ke pemerintahan Belanda. Mereka menulis berbagai kritikan untuk pemeritahan Belanda yang dimuat di surat kabar De ekpress yang pemiliknya pada saat out adalah Douwe Dekker. Dalam tulisan tersebut mereka mengatakan bahwa tidak mungkin merayakan kemerdekaan, di Negara yang sudah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Karena tulisannya itu beliau di buang ke pulau Bangka, sebagai hukuman pengasingannya oleh pemerintahan Belanda. Cerita ini banyak ditemukan di buku-buku biografi ki hajar dewantara.
Setelah pulang dari pengasingan dan sempat melakukan perjalanan ke Belanda. Beliau akhirnya mendirikan taman siswa. Selama pendirian taman siswa ini banyak sekali tantangan dan halangan dari pihak pemerintahan Belanda. Dengan segala kegigihannya, akhirnya taman siswa mendapatkan ijin berdirinya. Setelah masa kemerdekaan, beliau menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan. Jika kalian mengunjungi Yogyakarta, anda bisa mengunjungi museum yang didedikasikan untuk ki hajar dewantara. Sekian artikel tentang biografi Ki Hjar Dewantara, semoga dapat memberikan informasi untuk anda.

    Karir Ki Hajar Dewantara    

  • Pendiri perguruan Taman Siswa

    Penghargaan Ki Hajar Dewantara    

  • Gelar doktor kehormatan (Doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada
  • Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959
sumber ; biografipahlawan.com

Biografi Gajah Mada Sang Pencetus Nusantara


    Profil Gajah Mada    

Nama : Gajah Mada
Meninggal : 1364 *Belum teridentifikasi
Kebangsaan : Majapahit
Agama : Hindu
Ayah : Curadharmawyasa
Ibu : Nariratih




    Biografi Gajah Mada    

Siapa yang tidak mengenal Imperium besar nusantara Majapahit, sebuah kerajaan yang berpusat di Trowolan Jawa Timur saat ini, merupakan salah satu kerjaan terbesar yang pernah berdiri di nusantara selain kerajaan Sriwijaya. Majapahit merupakan kerjaan yang didirikan oleh Raden Wijaya dan mengalami masa kejayaannya saat dipegang oleh Raja Hayam Wuruk dan memiliki Mahapatih Gajah Mada, berbicara mengenai biografi Gajah Mada tentu tidak akan terlepas dari kemegahan Imperium Majapahit begitu pula sebaliknya, kejayaan majapahit tidak bisa dilepaskan dari tangan cakap dan ahli strategi militer Mahapatih Gajah Mada.
Gajah mada dilahirkan dari keluarga biasa, bukan dari kalangan militer dan bukan pula dari kalangan bangsawan kerajaan Majapahit, ayahnya bernama Churadharmayasa dan ibunya bernama Nariratih, kedua orang tuanya memutuskan untuk menempuh jalan spiritual dengan menjadi pendeta dan berubah nama menjadi Curadharmayogi dan ibunya berganti nama menjadi Patni Nariratih, memilih hidup menyepi dari hingar bingar kehidupan keduanya harus hidup terpisah, meski hidup terpisah namun ibunda Gajah mada Nariratih setiap hari berkunjung ke padepokan suaminya untuk membawa makanan, di saat seperti itu keduanya melanggar perjanjian sebagai pendeta dan terpaksa meninggalkan padepokan dan hidup dihutan hingga melahirkan Gajah Mada, biografi gajah mada tidak bisa dilepaskan dari asal-muasalnya. 
Sumpah palapa yang menjadi janji sang mahapatih gajah mada merupakan titik balik kejayaan imperium besar majapahit, sumpah yang berisi tentang janji maha patih gajah mada untuk mempersatukan seluruh wilayah nusantara dibawah bendera Kerajaan Majapahit, Gajah Mada sebenarnya hanya bernama mada, yang di ambil dari daerah asalnya, gelar gajah disematkan setelah Mada menjadi patih menggantikan Arya Tadah atau Mpu Krewes, setelah sebelumnya Gajah Mada menjabat sebagai komandan pasukan Bhayangkara yang berhasil memadamkan pemberontakan yang dipimpin oleh Ra Kuti, biografi Gajah Mada akan lebih menarik jika anda juga membaca sejarah berdirinya majapahit. 
Biografi Gajah Mada ditulis oleh banyak sekali ilmuan dan sejarawan namun tidak ada satu pun yang memiliki kesamaan, Gajah Mada melaksanakan janjinya yang disebut sumpah palapa, pada sumpah tersebut Gajah Mada berjanji untuk tidak memakan makanan yang dibumbui dengan rempah-rempah dalam bahasa lain diterjemahkan sebagai hidup bermewah-mewah, sebelum menakhlukkan palembang, singapura, champa, ambon dan wilayah-wilayah lain di asia tenggara, sehingga saat berdirinya kerajaan majapahit wilayah nusantara mencakup malaysia dan singapura. 
Akhir karir Gajah Mada adalah saat terjadi perang bubat yang melibatkan antara pasukan yang dipimpin Gajah Mada dengan pasukan yang membawa rombongan Kerajaan Siliwangi, Gajah Mada melakukan kesalahan dengan menyerang Rombongan Kerajaan Siliwangi yang sebenarnya hendak pergi ke Majapahit untuk melakukan upacara pernikahan. Prabu Hayam Wuruk menggunakan strategi diplomasi dengan melamar putri kerajaan Siliwangi namun ditengah perjalanan rombongan mereka di babat habis oleh pasukan Gajah Mada, dan hal ini membuat Prabu Hayam Wuruk Marah besar. Sampai saat ini

Biografi Abdul Wahid Hasyim, Sang Kiai Muda Nasionalis

Biografi Abdul Wahid Hasyim, Sang Kiai Muda Nasionalis
Nama : Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim
Tanggal Lahir : 1 Juni 1914
Tempat Lahir : Jombang, Jawa Timur, Hindia Belanda
Zodiak : Gemini
Meninggal : Cimahi, Jawa Barat, 19 April 1953 (umur 38)
Makam : Tebuireng, Jombang
Agama : Islam
Warga Negara : Indonesia
Anak : 6

    Biografi Abdul Wahid Hasyim    

Abdul Wahid Hasyim lahir di Jombang Jawa Timur pada 1 Juni 1914, dari pasangan K.H. Hasyim Asy`ari d an Nyai Nafiqah binti K Ilyas. Ayahnya merupakan pendiri dari organisasi keagamaan Nahdlotul Ulama. Kecerdasan Wahid Hasyim sudah Nampak sejak usianya masih sangat belia. Pada usia 7 tahun ia sudah khatam Al-Qur`an dengan mendapat bimbingan langsung dari ayahnya. Pendidikan lainnya ia peroleh di Pesantren Tebu Ireng. Pada usia 15 tahun ia sudah mengenal huruf latin, menguasai bahasa belanda dan Inggris tanpa pernah mengenyam pendidikan dari sekolah colonial sedikitpun. Pada Buku Biografi abdul Wahid Hasyim disebutkan bahwa pada usia 18 tahun ia menunaikan ibadah Haji sekaligus bermukim selama 2 tahun di Makah untuk memperdalam ilmu agama.
Sepulang dari tanah suci, putra kelima dari K.H. Hasyim as`ari ini aktif diorganisasi yang didirikan oleh Ayahnya. Pada tahun 1938 ia menjadi pengurus NU ranting Cukir dan terus menanjak, pada tahun 1940 menjadi pengurus tingkat pusat PBNU dengan memimpin Departemen Ma`arif yang membidangi pendidikan. Beliau, seorang tokoh agama yang berpikiran luas jauh kedepan melintasi batas formal keagamaan. Kepemimpinannya terus terasah, dan terbukti dipercayanya beliau untuk menjadi ketua Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada 24 Oktober 1943. Pada bidang pendidikan, belai mendirikan sekolah Tinggi Islam di jakarta pada tahun 1944 yang pengelolaannya diserahkan kepada KH. A Kahar Muzakkir. Dalam biografi Abdul Wahid Hasyim tercatat, bahwa menjelang kemerdekaan pada tahun 1945, beliau menjadi anggota BPUPKI dan PPKI.
Ayah dari mendiang Presiden Republik Indonesia ke 4, K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini merupakan seorang ulama yang dikenal moderat, substantive dan inklusif. Rumusan teks pancasila sila pertama `` Ketuhanan Yang Maha Esa`` merupakan bagian dari buah pemikirannya untuk menggantikan kalimat ``Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya. `Membaca Biografi Abdul Wahid Hasyim, kita akan menemukan betapa pada usia yang masih muda, beliau memiliki wawasan yang sangat luas mengenai pemikiran agama, Negara, pendidikan, politik, kemasyarakatan dan tentunya pula tentang pesantren yang menjadi basis dari NU.
Pada Biografi Abdul Wahid Hasyim disebutkan pula, bahwa beliau merupakan anggota termuda dari 62 orang anggota BPUPKI. Beliau juga tokoh termuda dari Sembilan tokoh nasional yang menandatangani piagam Djakarta, sebuah kesepakatan yang membidani lahirnya proklamasi dan konstitusi Negara. Setelah kemerdekaan, pada September 1945, beliau ditunjuk menjadi menteri Negara. Berlanjut pada Kabinet Syahrir pada tahun 1946 beliau juga menjadi Menteri. Pada tahun 1950 dalam Kabinet Hatta, Natsir dan Sukiman Beliau ditunjuk menjadi Menteri Agama. Perhatiannya pada pendidikan sangatlah besar dan pada tahun 950 Beliau mengeluarkan peraturan berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang menjadi cikal bakal IAIN atau UIN.
Pada tahun 1953, tepatnya pada 18 April, Beliau melakukan perjalanan menuju Sumedang untuk menghadiri rapat NU dengan ditemani puteranya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sesampainya di Cimindi, mobil yang ditumpangi selip dan tidak dapat dikendalikan oleh sopir hingga menabrak truk yang mengakibatkan K.H. Wahid Hasyim terlempar keluar. Kecelakaan tersebut membuat beliau koma, dan akhirnya wafat pada 19 april 1953 dalam usia yang masih muda 39 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Pesantren Tebu Ireng Jombang. Dalam ulasan Biografi Abdul Wahid Hasyimdijelaskan, beliau mendapat anugerah sebagai Pahlawan Nasional sesuai darma bakti terbaiknya pada Negara Republik Indonesia.